AL-KAUTSAR (SUNGAI DI SURGA)

semPATA News | Informasi hangat klai ini tentang dunia Islam yang selalu memberikan kita penerangan kepada hati kita. Solusi masalah kehidupan kita ada di Islam. Tak salah juga bila menjadikan Islam sebagai tuntunan dan bukan tontonan.
Kejadian adanya kehidupan setelah kematian adalah pasti, sebagaimana Allah SWT berfirman : "Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)". (QS Al-An’am: 160).

Ada sebuah surat dalam kitab Al-Qur'an yang bernama Al-Kautsar (Sungai di Surga) yang memberikan sebuah gambaran kepada kita tentang melakukan tuntunan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Karena nikmat yang diberikan Allah SWT sangat banyak. Seorang muslim diberikan sebuat peringatan oleh Allah SWT lewat salah satu ayatnya yaitu "Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS Ibrahim [14]:7).

TAFSIR SURAT AL-KAUTSAR (SUNGAI DI SURGA)

Allah SWT berfirman (artinya)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.[1] Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah.[2] Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus.[3]

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu sungai yang besar di surga yang dinamakan AL-KAUTSAR. Ia adalah telaga yang panjangnya perjalanan satu bulan dan lebarnya juga perjalanan satu bulan. Airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Bejanannya sbanyak dan semengkilap bintang-bintang di langit. Baunya lbih harum dari minyak kasturi. Siapa yang meminum seteguk darinya, maka dia tidak akan merasa haus selamanya. Dan sungai ini adalah bagian darinikmat yang banyak, yang diberikan Allah kepadanya.

2. Setelah menyebutkan nikmat-Nyya yang diberikan kepada nabi-Nya, Muhammad SAW, Dia SWT memerintahkannya untuk mensyukuri nikmat itu dengan menjadikan shalat dan sembelihannya haya untuk Allah SWT, tidak seperti orang-orang musyrik yang bersujud dan menyembelih (binatang) untuk selain Allah, seperti patung, para wali dan lain sebagainya.

Dua macam ibadah ini secara khusus disebut karena keduanya merupakan ibadah yang paling utama dan yang paling mulia. Shalat mengandung ketundukan kepada Allah SWT, di hati dan di anggota badan. Sedangkan menyembelih adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah dengan harta berharga ang dimiliki manusia, yaitu onta, sapi dan kambing. Padahal jiwa manusia itu secara kodrati amat mencintai harta.

3. Kemudian Allah SWT berfirman, ‘wahai Muhammad, sesungguhnya orang yang membenci dan mencelamu itulah yang terputus dari semua kebaikan, terputus amal dan nama baiknya.

Semoga tulisan kali ini bermanfaat bagi anda yang sedang membacanya. Sebarkan kebaikan dan sampaikan walaupun hanya satu ayat (Al-Hadits)

Comments